HOST PROGRAM DR. OZ INDONESIA DR. REISA BROTO ASMORO ISI SEMINAR KESEHATAN NASIONAL DI STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Generasi muda harus memiliki karakter kuat dan sehat agar terhindar dari pergaulan bebas, selain itu, generasi muda harus memerangi segala bentuk kekerasan seksual.

Hal itu disampaikan oleh dr,. Reisa Broto Asmoro saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Kesehatan di Kampus STIKes Muhammadiyah gombong, Kebumen. Baru-baru ini. Dalam seminar yang mengangkat tema”Premarital Pregnancy on Adolescent” tersebut, host program dr OZ Indonesia di Trans TV tersebut mengisi materi tinjauan medis kahamilan remaja sebagai perilaku seks bebas.

 

Dalam paparannya, dr. Reisa mengutip data survey kesehatan reproduksi remaja yang dilakukan oleh Badan koordinasi Keluarga Berencana Nasional.

Bahwa remaja Indonesia 62,7 % melakukan hubungan seks di luar nikah.

“Faktor yang mempengaruhi seks bebas antara lain, tekanan dari teman pergaulan , tekanan dari pacar, kebutuhan badan, rasa penasaran dan pelampiasan diri, “ ujar dokter yang juga model tersebut.

Adapun risiko akibat hubungan seksual yang rentan bagi remaja perempuan antara lain gangguan siklus dan jumlah menstruasi, infeksi organ reproduksi, kelahiran anak cacat bawaan, risiko kehamilan di luar kandungan dan rentan tertular HIV/AIDS.

Sedang bagi remaja laki, antara lain nyeri saat buang air kecil, gangguan produksi sperma, lebih mudah tertular HIV, gangguan neurologis seperti pada sipilis lanjut,’ujar dokter kelahiran tahun 1985 tersebut.

Merujuk data Balitbang Kemenkes RI, dr. Reisa menyebutkan 20 % dari 94.270 wanita hamil adalah remaja. Dari jumlah tersebut 21 % telah aborsi. “Sebagian besar kehamilan para remaja adalah kehamilan yang tidak diinginkan,”tandasnya.

Risiko aborsi pada remaja selain dari sisi medis, juga risiko psikologi dan risiko social.

Pada aspek psikologis aka nada kekhawatiran, rasa takut, penyesalan berkepanjangan, depresi dan masa depan menjadi suram, kemudian pada aspek social, remaja perempuan dicap tidak mampu menjaga diri, dikucilkan masyarakat dan dapat menyebabkan putus sekolah.

“Belum lagi jika anak dilahirkan mendapatkan cap buruk yakni anak di luar nikah”, imbuhnya.

Seminar yang dibuka oleh Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong Herniyatun tersebut juga menghadirkan dua pembicara lain, Yakni dosen, trainer, Komisi Fatwa MUI Banymas Mintaraga Eman Surya yang menyampaikan materi kajian Islam Kehamilan sebelum menikah pada remaja. Kajian Psikologis dan konseling yang tepat menghadapi kehamilan remaja disampaikan oleh dosen dan praktisi psikologi Shinta atau yang terkenal dengan nama Bunda Cinta.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.